Papa dan Mama, Tolong Kuburkan Aku! Kisah Anak Ini Akan Menguras Air Mata Mu!

Papa dan Mama, Tolong Kuburkan Aku! Kisah Anak Ini Akan Menguras Air Mata Mu!




Kisah miris ini terjadi di daerah Tiongkok dimana ada seorang anak kecil yang bernama Du Sihan teserang sebuah penyakit mematikan yang pasti membuat penderitanya menderita setengah mati. Padahal, umur Du Sihan baru 4 tahun.

Du Sihan terserang penyakit “Thalassemia” yang disebabkan oleh kelainan dalam genetika yang menyebabkan hemoglobin seseorang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sialnya, stadium yang didapatkan oleh Du Sihan adalah stadium paling akhir. Dirinya harus mendapatkan donor yang tepat.

Pada April 2012 Du Sihan terserang flu yang tidak sembuh - sembuh. Ketika orang tuanya memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Hati orang tuanya seperti dihunus oleh pedang yang tajam. Dokter memvonis Du Sihan terkena penyakit Thalassemia dan harus mengeluarkan biaya hingga setara dengan 1 Milyar Rupiah. Orang tuanya yang tidak berkecukupan bingung untuk memenuhi uang sebesar itu.

Namun, ada jalan lain. Sebuah media menggalang dana dan mendapatkan 1,8 Milyar. DU SIhan pun dapat melakukan operasi dengan menggunakan dana tersebut. Sayangnya, rasa sakit yang diterima Du Sihan justru makin bertambah. Karena dirinya harus terus - terusan disuntik agar mendapatkan asupan gizi yang tepat.

Setiap malam Du Sihan Menahan rasa sakit dan giginya terus beradu karena rasa sakit yang tak tertahankan. Hingga akhirnya pada suatu malam Du Sihan berkata pada ibunya dengan nada yang lirih

“Bu, Tolong Kuburkan Saya”

Sang Ibu pun terkejut dan mencoba berpikir positif mungkin itu adalah ajakan dari anaknya untuk bermain petak umpet. Sang ibu pun menjawab

“Kamu Ingin dikubur dimana? Memangnya Kamu Ingin Bermain Petak Umpet?”

Du Sihan membalas dengan cepat dan berkata

“Kuburkan Aku di Tanah”

Sang Ibu pun terkejut dan mencoba berpikir positif mungkin itu adalah ajakan dari anaknya untuk bermain petak umpet. Sang ibu pun menjawab

“Kamu Ingin dikubur dimana? Memangnya Kamu Ingin Bermain Petak Umpet?”

Du Sihan membalas dengan cepat dan berkata

“Kuburkan Aku di Tanah”

Ibu Du Sihan tak mampu lagi menahan air matanya dan menangis sesenggukan. Permintaan Du Sihan itu bukan tanpa alasan. Du Sihan harus mengalami sakit yang teramat sangat. Demam selama 40 hari dan 20 hari meraskan nyeri. Pada awalnya dengan menggunakan uang tersebut mereka berencana pindah ke rumah sakit di Guangzhou. Namun, umur DU SIhan tidak sampai sepanjang itu.

Du Sihan harus meninggal di tengah - tengah pengobatannya dan berkata kepada ayah dan ibunya sebelum dia pergi untuk selamanya

“Ayah dan ibu jangan sedih kalau aku pergi. Aku pun selama sakit tidak pernah menangis”

Akhirnya Du Sihan menutup mata untuk terakhir kalinya dan pergi dengan hati yang tenang untuk selamanya.

Komentar

Postingan Populer