Pria Ini Dipaksa Ibu Menikahi Putri Bos Kantin. 6 Bulan Kemudian Terungkap Alasannya

Pria Ini Dipaksa Ibu Menikahi Putri Bos Kantin. 6 Bulan Kemudian Terungkap Alasannya




Seorang pria bercerita. Tepat 2 tahun lalu saat aku pulang, aku melihat ibu di kamar dan kelihatannya kurang sehat.

“Bu, kayaknya ibu sakit?.” kataku.

Tapi ibuku malah nyerocos, “Nak, coba kamu pikir kamu umur berapa sekarang, apa kamu nggak mau nikah apa?”

Mendengar ucapan ibuku tersebut, aku langsung ingin masuk kamar aja, tapi beliau langsung menarik tanganku, “Kamu sudah 28 tahun, dulu bilangnya belum punya kerjaan yang mapan, sekarang kan udah, dulu bilang belum punya rumah, sekarang kan udah lagi nyicil. Masih alasan apa lagi sih. Udah kamu sekarang siap-siap, nanti sore mama kenalin kamu sama cewek. Dandan yang rapi dikit.”

Aku pun cuman bisa bengong sambil menyetujui hal ini.

Ibu sebenarnya tahu, kalau aku masih belum bisa move on dari pacarku waktu kuliah. Semenjak putus, aku memang lebih suka sendirian. Menurutku jomblo juga tidak terlalu begitu menyedihkan. Mungkin waktu mau cari teman ngobrol saja yang susah.

Namun siapa sangka, hari ini aku bakal dijodohin sama cewek anaknya tante kantin seberang rumah. Kantin mereka itu jualan mie dan bihun, mereka memang punya anak cewek yang namanya Lily.

Sebenarnya aku dan Lily sudah lama saling kenal, jadi waktu ketemu sore itu, dia juga cuma senyum-senyum aja, “Duh, jadi ngga enak, kamu mah anak terpelajar, lulus kuliah, kita mungkin nggak akan cocok, tapi aku sih suka sama kamu, terus aku bilang sama tante, eh tante langsung kenalin kamu,” katanya.

Aku cuma mendengar saja, biasanya Lily yang aku tahu memang kalau nggak sibuk di kasir, ya lagi bikin mie. Dia sering pakai masker saat kerja, jadi aku jarang melihat wajahnya secara langsung. Dan baru sekarang inilah aku bisa benar-benar memperhatikan dia. Walaupun tidak terlalu cantik, tapi dia polos dan manis, anak cewek yang berbakti sama orang tua juga.

Akhirnya sore ini kami habiskan ngobrol bersama, meski sebenarnya dialah yang banyak ngomong dan aku cuma mendengarkan.


Akhirnya, demi ibuku, aku pun pacaran dengan Lily dan 3 bulan kemudian kami pun bertunangan karena aku pikir kita juga sudah lama saling kenal. Sejak saat itu, ibuku jadi makin sering nongkrong di kantin seberang membantu mamanya Lily. Orang tua Lily juga sebenarnya baik sama ibuku, apalagi dengan hubungan aku sama Lily. Memang keluarga kita bisa dibilang sudah dekat sekali.

Tak berapa lama setelah itu, kami pun menikah. Lily memang bisa dibilang istri idaman. Setiap pagi dia bangun pagi dan menyiapkan semua keperluan kantor, terus membuatkan aku sarapan, terus pergi ke kantin membantu orang tuanya.

Siang harinya, Lily pulang bersih-bersih rumah, sore hari dia pergi ke pasar untuk membeli keperluan kantin besoknya. Karena pekerjaan kami tidak sama, jadi Lily sering bertanya ngapain aja aku di kantor. Waktu aku ceritakan, dia kelihatannya sangat serius mendengarkan meski sebenarnya dia tidak mengerti.

Demi aku, Lily pun berubah banyak. Dia memanjangkan rambutnya, dan cuma karena aku suka dia juga belajar menanam bunga di taman. Bahkan dia banyak memakai waktunya untuk membaca buku.

Setelah 5 bulan kami menikah, Lily pun hamil anak kembar. Ibuku sangat senang apalagi anak kami ternyata 1 cowok 1 cewek. Ibuku mengatakan, bahwa sejak aku menikah dengan Lily, semuanya jadi semakin lancar, bahkan bisa punya anak kembar.

Saat itulah ibuku mengatakan, "Untung aja kan waktu itu ibu jodohin kamu sama dia. Ibu sudah melihat, dia bisa bawa keberuntungan buat kamu, di tangannya ada tanda lahir yang bagus banget artinya, bisa bawa keberuntungan."

Waktu itu aku cuma bengong dan mengatakan , “Jadi waktu itu ibu memaksa aku menikah dengan Lily cuma karena itu?”

Ibuku pun menjawab, ” Ya iyalah, kalau tidak ibu juga mungkin tidak akan jodohin kamu sama anak yang tidak kuliah. Tapi ya karena ibu lihat Lily juga anaknya baik, menantu yang ideallah.”

Alasan ibu tersebut memang membuat aku bengong. Tapi karena aku melihat hidupku sekarang, aku tetap bersyukur. Aku mencintai Lily dan kedua anak kami yang sekarang hampir 1 bulan. Ternyata mencari istri itu tidak selalu harus melihat penampilan luarnya, tapi harus tahu luar dan dalam, karena istri yang cantik dalamnya yang akan membuat kita bahagia. Aku sekarang benar-benar bersyukur bisa menikahi Lily.

Komentar

Postingan Populer