Terbuat dari Apakah 2 Bangunan Ini, Tahan Gempa dan Tsunami di Palu?
Terbuat dari Apakah 2 Bangunan Ini, Tahan Gempa dan Tsunami di Palu?
Indonesia bukanlah negara berdasarkan agama, namun Indonesia adalah salah satu masyarakat yang religius di muka bumi. Berbagai agama membangun tempat ibadah. Keyakinan agama rakyat Indonesia juga kian kuat saat bencana melanda.
di Palu terdapat gereja dan masjid yang kokoh berdiri. Inilah yang membuat warga Palu dan Sulawesi Tengah merasakan Tuhan tak meninggalkan mereka.
Salah satu bangunan yang tak rusak adalah Masjid Apung yang berada di Teluk Palu. Masjid Apung terletak di Jalan Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat. Masjid bernama asli Masjid Arqam Bab Al Rahman ini didedikasikan untuk mengenang jasa almarhum Syekh Abdullah Raqi alias Datuk Karama. Dia adalah seorang penyebar agama Islam di Sulawesi Tengah pada abad ke-17 yang berasal dari Sumatera Barat.
Kendati bukan masjid apung pertama di Indonesia, Masjid Apung Palu telah menjadi salah satu ikon ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu. Masjid Arqam dibangun di perairan Teluk Palu yang bergaris pantai 43 kilometer dengan luas perairan 10.066 hektare. Masjid ini tak hancur meskipun dilanda tsunami yang dahsyat. Perlu diketahui, kecepatan tsunami di tengah samudera bisa mencapai 400 km/jam. Masjid ini tak rusak meski dihajar gelombang tsunami pertama kali. Hal ini mengingatkan kita pada Masjid Agung Sultan Iskandar Muda di Aceh yang tak hancur diterpa tsunami pada 2004.
Sementara gereja yang tak runtuh oleh gempa 7,4 Skala Ritcher adalah gedung Gereja IFGF (International Full Gospel Fellowship) yang berdiri kokoh di sebelah Hotel Roa Roa. Hal ini pun menjadi perbincangan di media sosial. Ada yang menyebutkan gedung tersebut masih berdiri kokoh karena kuasa Tuhan.
Allah memberi manusia akal. Rusak tidaknya sebuah bangunan adalah campur tangan Sang Maha Pencipta. Dua bangunan itu kokoh karena manusia diberi petunjuk Allah, untuk membuat bangunan yang kokoh. Masjid Apung memiliki tiang pasak yang kuat, dengan perhitungan yang akurat agar kokoh menahan gempuran ombak besar.
Sementara gereka IFGF adalah gereja internasional, yang pembangunannya tentu mengacu pada standar internasional, meskipun dibangun di daratan tak seperti Masjid Apung. Hal inilah yang membuat dua bangunan itu masih tegak berdiri.

Komentar
Posting Komentar